- Kapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Silaturahmi Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Sulawesi Selatan
- Hari Jadi ke-78 Polwan, Polwan Polres Luwu Utara Sambangi Purnawirawan, Rawat Silaturahmi Lintas Generasi
- KAPOLRES LUWU UTARA SEKOLAH, PIMPIN UPACARA HINGGA MINTA GURU RAZIA PONSEL SISWA
- Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Masamba Intensifkan Patroli Malam di Sejumlah Wilayah
- Cegah Tawuran , Polsek Baebunta Amankan Tiga Remaja di Perbatasan Salassa-Baebunta
- Polda Sulsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026, Teguhkan Semangat Perjuangan dan Pengabdian
- Bhabinkamtibmas Polsek Masamba Monitoring Persiapan Cetak Sawah di Rampi, Dukung Program Ketahanan Pangan
- Kapolda Sulsel Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Rujab Gubernur Sulsel
- Peringati HUT ke-81 RI, Kapolres Luwu Utara Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Profesionalisme Polri
- Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat
Busur Panah dan Kemacetan Jadi Topik Utama Jumat Curhat di Kec Wajo
Busur Panah dan Kemacetan Jadi Topik Utama Jumat Curhat di Kec Wajo

MAKASSAR, — Polda Sulsel mengadakan kegiatan Jumat Curhat Rutin yang bertempat di Masjid Harun Ar Rasyid, Kec. Wajo, Kota Makassar, yang berada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Makassar, Jumat (24/10/25).
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kapolda Sulsel untuk meningkatkan silaturahmi dan mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi masyarakat.
Hal itu diungkapkan langsung oleh, Wadirbinmas Polda Sulsel, AKBP Andi Kumara saat membuka kegiatan tersebut.
Baca Lainnya :
- Polda Sulsel Gelar Rapat Koordinasi Satgas Pengendalian Harga Beras0
- Peringati Hari Jadi Humas Polri ke-74, Bid Humas Polda Sulsel Gelar Aksi Donor Darah0
- Dirbinmas Sosialisasi Aplikasi “Mabbulo Sibatang” Didepan Komunitas Ojol0
- Tiga Tahun Berturut-Turut Raih Penghargaan Nasional, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Rusdi Hartono Bukti Nyata Kepemimpinan Berintegritas0
- Dirbinmas Launching Aplikasi Mabbulo Sibatang Di Hadapan Kasat Binmas Dan Bhabinkamtibmas Jajaran Polda Sulsel0
“Ini dalam rangka membangun kemitraan pemolisian masyarakat, keluhan dan persoalan persoalan yg terjadi dimasyarakat untuk membangun sinergitas yang berkelanjutan dengan Pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda di wilayah Polda Sulsel,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan Jumat Curhat ini sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin menyampaikan curahat hatinya terkait masalah harkamtibmas.
Sesi tanya jawab pun dimulai dari Pengurus Masjid, Yunus, yang menpertanyakan seringnya terjadi kemacetan di jalan poros pelabuhan. Dan banyaknya mobil truck yang parkir.
Sementara, Bu Karmila, mengeluhkan terkait kenakalan remaja yang marak terjadi seperti busur panah.
“Karena 3 hari yang lalu di perbatasan kecamatan Wajo ini ada anak anak yang membawa motor sambil balap balap dan langsung melepaskan busur panah secara acak, sehingga hal ini sangat meresahkan dan membahayakan masyarakat, saya harap patroli polisi ini ditingkatkan lagi dan kenapa anak anak sekarang sangat berani untuk melakukan kejahatan menggunakan busur panah,” ungkapnya.
Karenanya, Wadir Binmas Polda Sulsel, AKBP Andi Kumara memberikan tanggapan.
“Kami menerima Curhatan Bapak terkait peningkatan patroli diwilayah bapak, kami akan berkoordinasi dengan polres dan disini juga ada pak Kapolsek terkait patroli ditingkatkan,” sebutnya.
“Busur Panah Termasuk pada undang undang darurat dimana hukuman yang dapat diterima oleh pelaku itu 5 sampai 12 Tahun penjara jadi polisi tidak main main terkait persoalan busur panah ini, polisi akan menindak tegas pelaku nya, saya berharap bapak ibu sekalian juga mensosialisasikan tentang bahaya busur panah ini kekeluarga, Sehingga ini menjadi warning atau pencegahan kepada anak anak kita agar tidak salah bergaul,” sambungnya.
Ia menjelaskan busur panah ini bukan budaya dari Makassar tapi ini adalah kebiasaan buruk sehingga ini bukan hanya peran polisi saja, tapi peran kita semua bersama-sama memberantas perilaku perilaku seperti ini, kerja sama antara Polisi, TNI, Camat, Lurah, Masyarakat dan juga sekolah, sehingga ini menjadi harapan kita semua busur panah diMakassar tidak ada lagi.










