- Polda Sulsel Gelar Upacara Serah Terima Pataka Pallawa Lipu, Simbol Pergantian Kepemimpinan
- Penikaman di Pantai Seta-Seta Tewaskan Satu Orang, Kapolres dan Wakil Bupati Turun Redam Kondisi
- Jelang Hari Jadi ke-24 Propam Polri, Sipropam Luwu Utara Berbagi Sembako kepada Warga
- Polda Sulsel Ungkap Perkembangan Penyidikan Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perizinan di Kabupaten Gowa
- Polrestabes Makassar Transparan Tangani Peristiwa di Tallo, Propam dan Itwasda Lakukan Pendalaman
- Cegah Aksi Balasan, Kapolsek Sabbang Temui Warga dan Kawal Korban melapor ke Polres Luwu Utara
- Cegah Narkoba Menjerat Pelajar, Satresnarkoba Luwu Utara Edukasi Calon Paskibra
- Police Goes to School, Satlantas Luwu Utara Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
- Cegah Tawuran Remaja, Polsek Baebunta Intensifkan Patroli Biru di Sejumlah Desa
- Cegah Pelanggaran Lalu Lintas, Satlantas Luwu Utara Tertibkan Pengendara di Masamba
Busur Panah dan Kemacetan Jadi Topik Utama Jumat Curhat di Kec Wajo
Busur Panah dan Kemacetan Jadi Topik Utama Jumat Curhat di Kec Wajo

MAKASSAR, — Polda Sulsel mengadakan kegiatan Jumat Curhat Rutin yang bertempat di Masjid Harun Ar Rasyid, Kec. Wajo, Kota Makassar, yang berada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Makassar, Jumat (24/10/25).
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kapolda Sulsel untuk meningkatkan silaturahmi dan mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi masyarakat.
Hal itu diungkapkan langsung oleh, Wadirbinmas Polda Sulsel, AKBP Andi Kumara saat membuka kegiatan tersebut.
Baca Lainnya :
- Polda Sulsel Gelar Rapat Koordinasi Satgas Pengendalian Harga Beras0
- Peringati Hari Jadi Humas Polri ke-74, Bid Humas Polda Sulsel Gelar Aksi Donor Darah0
- Dirbinmas Sosialisasi Aplikasi “Mabbulo Sibatang” Didepan Komunitas Ojol0
- Tiga Tahun Berturut-Turut Raih Penghargaan Nasional, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Rusdi Hartono Bukti Nyata Kepemimpinan Berintegritas0
- Dirbinmas Launching Aplikasi Mabbulo Sibatang Di Hadapan Kasat Binmas Dan Bhabinkamtibmas Jajaran Polda Sulsel0
“Ini dalam rangka membangun kemitraan pemolisian masyarakat, keluhan dan persoalan persoalan yg terjadi dimasyarakat untuk membangun sinergitas yang berkelanjutan dengan Pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda di wilayah Polda Sulsel,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan Jumat Curhat ini sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin menyampaikan curahat hatinya terkait masalah harkamtibmas.
Sesi tanya jawab pun dimulai dari Pengurus Masjid, Yunus, yang menpertanyakan seringnya terjadi kemacetan di jalan poros pelabuhan. Dan banyaknya mobil truck yang parkir.
Sementara, Bu Karmila, mengeluhkan terkait kenakalan remaja yang marak terjadi seperti busur panah.
“Karena 3 hari yang lalu di perbatasan kecamatan Wajo ini ada anak anak yang membawa motor sambil balap balap dan langsung melepaskan busur panah secara acak, sehingga hal ini sangat meresahkan dan membahayakan masyarakat, saya harap patroli polisi ini ditingkatkan lagi dan kenapa anak anak sekarang sangat berani untuk melakukan kejahatan menggunakan busur panah,” ungkapnya.
Karenanya, Wadir Binmas Polda Sulsel, AKBP Andi Kumara memberikan tanggapan.
“Kami menerima Curhatan Bapak terkait peningkatan patroli diwilayah bapak, kami akan berkoordinasi dengan polres dan disini juga ada pak Kapolsek terkait patroli ditingkatkan,” sebutnya.
“Busur Panah Termasuk pada undang undang darurat dimana hukuman yang dapat diterima oleh pelaku itu 5 sampai 12 Tahun penjara jadi polisi tidak main main terkait persoalan busur panah ini, polisi akan menindak tegas pelaku nya, saya berharap bapak ibu sekalian juga mensosialisasikan tentang bahaya busur panah ini kekeluarga, Sehingga ini menjadi warning atau pencegahan kepada anak anak kita agar tidak salah bergaul,” sambungnya.
Ia menjelaskan busur panah ini bukan budaya dari Makassar tapi ini adalah kebiasaan buruk sehingga ini bukan hanya peran polisi saja, tapi peran kita semua bersama-sama memberantas perilaku perilaku seperti ini, kerja sama antara Polisi, TNI, Camat, Lurah, Masyarakat dan juga sekolah, sehingga ini menjadi harapan kita semua busur panah diMakassar tidak ada lagi.










