- Melalui Jumat Keliling di Masjid Al Mukhlishin, Kapolda Sulsel Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Menjaga Kamtibmas
- Kapolda sulsel pimpin Apel Operasi Patuh Pallawa 2026, Kedepankan Edukasi Humanis dan Keselamatan Berlalu Lintas
- SPN Polda Sulsel Resmi Buka Pelatihan Remaja Cinta Damai, Langkah Nyata Cegah Perkelahian dan Gangguan Kamtibmas
- Lewat Subuh Keliling, Kapolda Sulsel Hidupkan Semangat Tudang Sipulung, Perkuat Polisi Bersama Masyarakat Jaga Kamtibmas
- Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri
- Ditres PPA dan PPO Polda Sulsel Gelar Patroli Dialogis, Sasar Anak Muda dan Kelompok Rentan pada Dini Hari
- Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin Laksanakan Safari Jumat di Masjid Nurul Iman Telkom Makassar
- Dir PPA PPO Polda Sulsel Kunjungi Anak Korban Kekerasan Seksual, Pastikan Pendampingan dan Penegakan Hukum Berkeadilan
- Polda Sulsel Mengungkap Kasus Penipuan Online Bermodus Phishing
- Polda Sulsel Gelar Upacara Serah Terima Pataka Pallawa Lipu, Simbol Pergantian Kepemimpinan
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Serukan Kedamaian Pascatragedi Driver Ojol
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Serukan Kedamaian Pascatragedi Driver Ojol
Jakarta – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, menyampaikan seruan damai menyusul tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang terlibat dalam aksi unjuk rasa di Jakarta.
Sebagai pimpinan tertinggi PBNU, Kiai Miftah turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum. “Kami keluarga besar Nahdlatul Ulama menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran,” ujarnya di Jakarta, Jumat (…).
Dalam pernyataannya, Rais Aam menegaskan pentingnya mengedepankan kesabaran, kebijaksanaan, dan dialog dalam menghadapi aksi massa. Ia meminta aparat keamanan untuk tetap menahan diri agar benturan yang merugikan semua pihak tidak terjadi.
Baca Lainnya :
- Hadiri Pemakaman Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Kapolda Metro Sampaikan Permohonan Maaf0
- Kapolda Sulsel Hadiri Acara Penghormatan Purna Tugas Komjen Pol (Purn.) Ahmad Dofiri dan Awal Tugas Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo0
- Kapolri Hadiri Kick Off GPM Serentak se-Indonesia, 2.424 Ton Beras SPHP Disalurkan ke Masyarakat Hari Ini0
- Kapolri Luncurkan Gerakan Pangan Murah, Instruksikan Antisipasi Penimbunan0
- Kapolri dan Menteri LH Tanam Mangrove di Kalbar, Dorong Kepedulian Untuk Lestarikan Lingkungan0
Lebih jauh, Kiai Miftah mengingatkan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara dan harus dihormati. Namun demikian, ia menekankan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk peserta aksi, menghindari tindakan anarkis maupun provokasi yang justru memperkeruh keadaan. Tragedi Affan, katanya, harus menjadi pelajaran berharga agar tidak kembali terulang di masa mendatang.
Rais Aam juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan bangsa dengan cara-cara damai tanpa kekerasan. “Perbedaan pendapat harus disalurkan dengan cara bermartabat. Jangan sampai penyampaian aspirasi justru menimbulkan korban jiwa dan merugikan bangsa,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, KH Miftachul Akhyar mengajak seluruh jajaran pengurus serta warga Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan untuk ikut menenangkan suasana, tidak terprovokasi, dan menjauhi segala bentuk aksi anarkis. “Mari kita jaga persaudaraan, keamanan, dan ketertiban bersama-sama,” pungkasnya.










