- Kasat Reskrim Polres Luwu Utara Hadiri Pembukaan Konferensi Kerja I PGRI Tahun 2026
- Angin Puting Beliung Terjang Desa Arusu, Kapolsek Malangke Barat Turun Langsung Pantau Lokasi
- Angin Puting Beliung Terjang Desa Arusu, Kapolsek Malangke Barat Turun Langsung Pantau Lokasi
- Polsek Baebunta Bersama Pemerintah dan Warga Laksanakan Kerja Bakti di Kelurahan Salassa
- Kapolda Sulsel Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 di Kab. Bantaeng, Tegaskan Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan Nasional
- Berikan Rasa Aman, Satlantas Polres Luwu Utara Kawal Rombongan Umrah
- Satbrimob Polda Sulsel Bangun Jembatan Darurat di Desa Nepo Kab. Barru, Wujud Kepedulian untuk Akses Masyarakat
- Pasca Tahun Baru 2026, Patroli Dialogis Polres Luwu Utara Pastikan Wilayah Tetap Aman dan Kondusif
- Awali Tahun 2026 dengan Doa dan Kebersamaan, Kapolres Luwu Utara Gelar Yasinan Bersama Personil, Bhayangkari, Santri, dan Masyarakat
- Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Baebunta Gelar Patroli Malam
Tokoh Lintas Agama Di Sulsel Serukan Pesan Pemilu Damai Jelang 14 Pebruari 2024

Sejumlah tokoh dalam forum lintas agama menyerukan pesan pemilu damai melalui harapan dan doa menjelang pelaksanaan pemungutan suara pada Rabu, 14 Februari 2024 dapat berjalan aman, damai, tentram, sejuk dan kondusif.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof KH Nadjamuddin menyatakan 14 Februari adalah hari dilaksanakan pemilihan calon anggota legislatif (caleg) DPR, DPRD, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) serta Presiden dan Wakil Presiden secara serentak yang menjadi momentum sejarah bagi bangsa Indonesia.
Mari kita melaksanakan kewajiban sebagai warga negara untuk memilih wakil- wakil di parlemen dan untuk memilih presiden dan wakil presiden untuk periode 2024-2029," katanya menyarankan
Baca Lainnya :
Prof Nadjamuddin juga mengajak seluruh masyarakat di Sulsel untuk turut mengambil bagian menyalurkan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (tps) sebagai bukti ikut mensukseskan pesta rakyat di Pemilu 2024.
Pesan yang sama disampaikan Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Sulselbar Pendeta Adrie Massie dengan mengajak seluruh umat Kristiani agar melaksanakan pemilu dengan gembira, bersuka ria, aman dan damai.
"Bapak ibu, khusus umat Kristiani beberapa hari lagi kita akan memasuki pemilu atau kita sebut pesta demokrasi, kalau pesta berati bersuka ria, bergembira menyambut pesta ini," paparnya.
Ia juga menghimbau agar pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan dengan damai, aman dan rukun. Dan bagi masyarakat memiliki hak untuk memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani. Sebab, semuanya pasti menginginkan Indonesia bisa lebih baik ke depannya.
Pesan serupa disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulsel Gede Durahman bahwa menjelang Pemilu 2024, ia pun mengajak kepada seluruh umat Hindu untuk mengutamakan kepentingan nasional yaitu persatuan dan kesatuan bangsa.
Kegiatan secara ritual melalui surat edaran PHDI pusat melaksanakan Santi Puja yaitu doa bersama untuk bangsa agar tercipta suasana yang harmonis, kondusif sehingga pelaksanaan pesta demokrasi 14 Februari bisa berjalan lancar aman dan damai," kata Gede Durahman berharap.
Gede Durahman kuga mengajak seluruh tokoh agama, masyarakat Sulsel untuk bersama-sama, bahu membahu menjaga pelaksanaan Pemilu dengan aman dan damai.
Ketua DPD Walubi Sulsel Henry Sumitomo turut berpesan dengan mengajak kepada seluruh masyarakat Budha bersama-sama, bersatu untuk menjaga Pemilu 2024 berjalan damai, aman dan tentram.
"Jangan terprovokasi dengan berita berita hoaks. Beda pilihan adalah hal biasa, terpenting adalah menjaga kesatuan dan persatuan NKRI selamanya. Pesta demokrasi ini seharusnya dilaksanakan dengan nuansa damai, senang dan bahagia," katanya










