- Polda Sulsel Gelar Syukuran HUT Ke-54 Korpri Tahun 2025, Kapolda Ajak ASN Perkuat Integritas dan Pengabdian untuk Negeri
- Perketat Pengawasan Internal, Propam Polres Luwu Utara Gelar Pengecekan Menyeluruh Tugas Jaga dan Ruang Tahanan
- Dirreskrimum Polda Sulsel Gelar Bakti Sosial dan Doa Bersama dalam Rangka HUT ke-78 Reserse Polri
- Sat Reskrim Polres Luwu Utara Gelar Bakti Sosial dalam Rangka Memperingati HUT Reserse ke-78
- Paguyuban Alumnus Akpol 2005 Distribusikan Bantuan Korban Bencana Alam di Sumatera
- Paguyuban Tathya Dharaka Akpol 2005 Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Polres Luwu Utara Dampingi Penyalahguna Sabu, Rehabilitasi di BNN Palopo
- Polres Luwu Utara Gelar Salat Ghaib untuk Korban Bencana di Sumatra
- Mitigasi Pelanggaran Jadi Sorotan, Kasipropam Beri Pengarahan pada Apel Fungsi Polres Luwu Utara
- Tahap II Kasus Penganiayaan, Sat Reskrim Polres Luwu Utara Limpahkan Dua Perkara Berbeda ke Kejaksaan
Pelatih Timnas Indonesia U-23 Geram atas Kepemimpinan Wasit dalam Kekalahan dari Qatar

Selasa, 16 April 2024, Jakarta -
Pelatih timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong, tidak menyembunyikan kekesalannya
terhadap kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov, setelah timnya menelan kekalahan
2-0 dari Qatar pada pertandingan perdana Grup A Piala Asia U-23 2024.
Tae-yong dengan tegas menilai bahwa
keputusan wasit terlalu memihak kepada tuan rumah. Dia menyoroti pengeluaran
kartu kuning kedua untuk pemainnya, Ivar Jenner, hanya satu menit setelah babak
kedua dimulai.
Baca Lainnya :
- Timnas U-23 Indonesia Siap Berlaga di Piala Asia U-23 2024: Persiapan, Tantangan, dan Ambisi0
- Tensi Tinggi Jelang Pertandingan Timnas Indonesia vs Vietnam: Ambisi 6 Poin Vietnam dan Kartu Mati Garuda0
- CEO Aprillia Racing Ajukan Usulan Penyusutan Balapan MotoGP di Italia dan Spanyol0
- Kyle Colonna, Bek Tinggi Asal Amerika, Siap Bergabung dengan Timnas Vietnam0
- Liga Voli Korea - Red Sparks Peringkat Ketiga, Ko Hee-jin Ingatkan Anak Asuh Jangan Terlena0
"Dalam pandangan saya, Jenner
sama sekali tidak terlibat dalam kontak fisik dengan pemain Qatar. Tetapi wasit
memberikannya kartu kuning yang mengakibatkan Jenner harus meninggalkan
lapangan," ujar Tae-yong.
Menurut Tae-yong, keputusan-keputusan
tersebut menunjukkan pertandingan tersebut seolah ditujukan untuk memberikan
kemenangan kepada Qatar.
"Saya tidak bisa menemukan kata-kata
yang tepat. Sepakbola seharusnya tidak dimainkan dengan cara seperti ini,"
tambahnya.
Tae-yong juga menyayangkan absennya
penggunaan VAR dalam situasi-situasi kontroversial tersebut.
"Pertanyaannya adalah, mengapa
VAR tidak digunakan dalam situasi seperti ini?" tandasnya.
Lebih lanjut, Tae-yong menegaskan
bahwa jika hal semacam ini terjadi di Indonesia, wasit akan menjadi bahan
ejekan.
"Jika Anda menggunakan wasit
semacam ini, di Indonesia, itu akan dianggap sebagai lelucon," ungkapnya.
Kekalahan dari Qatar membuat langkah
timnas U-23 Indonesia untuk lolos ke perempat-final semakin sulit. Terlebih
lagi, mereka akan kehilangan dua pemain kunci saat menghadapi Australia pada
Kamis mendatang.










