Breaking News
- Polda Sulsel Mengungkap Kasus Penipuan Online Bermodus Phishing
- Polda Sulsel Gelar Upacara Serah Terima Pataka Pallawa Lipu, Simbol Pergantian Kepemimpinan
- Penikaman di Pantai Seta-Seta Tewaskan Satu Orang, Kapolres dan Wakil Bupati Turun Redam Kondisi
- Jelang Hari Jadi ke-24 Propam Polri, Sipropam Luwu Utara Berbagi Sembako kepada Warga
- Polda Sulsel Ungkap Perkembangan Penyidikan Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perizinan di Kabupaten Gowa
- Polrestabes Makassar Transparan Tangani Peristiwa di Tallo, Propam dan Itwasda Lakukan Pendalaman
- Cegah Aksi Balasan, Kapolsek Sabbang Temui Warga dan Kawal Korban melapor ke Polres Luwu Utara
- Cegah Narkoba Menjerat Pelajar, Satresnarkoba Luwu Utara Edukasi Calon Paskibra
- Police Goes to School, Satlantas Luwu Utara Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
- Cegah Tawuran Remaja, Polsek Baebunta Intensifkan Patroli Biru di Sejumlah Desa
*KAWAL EKSEKUSI LAHAN IRIGASI, POLRES LUWU UTARA TURUNKAN 140 PERSONIL GABUNGAN*

Luwu utara -- Personil gabungan Polres Luwu Utara dan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sulsel amankan eksekusi pengosongan lahan irigasi di 8 titik yang tersebar di*KAWAL EKSEKUSI LAHAN IRIGASI, POLRES LUWU UTARA TURUNKAN 140 PERSONIL GABUNGAN*
desa Tolada Kecamatan Malangke. Dipimpin Kabag Ops Polres Luwu Utara, Kompol Darwis pengamanan eksekusi lahan akan dilakukan selama 9 hari di 43 titik yang tersebar di kecamatan malangke dan mappedeceng sejak Rabu 20 Maret hingga 29 maret 2024 mendatang.
Sebelumnya, perkara permohonan eksekusi pengosongan tertuang dalam surat penetapan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Masamba antara Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Cq Direktorat Jenderal Sumber daya Air Cq. Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang dengan sejumlah termohon pemilik lahan yang akan dikosongkan untuk pembangunan irigasi.
"Hari ini kita lakukan pengamanan tujuannya untuk mengawal proses eksekusi berjalan lancar tanpa adanya riak. Karna pengosongan lahan ini sudah ditetapkan dalam surat resmi yang dikeluarkan dari pengadilan negeri masamba. Pembangunan irigasi di lahan milik termohon juga akan difungsikan untuk masyarakat jadi kami harap kerjasamanya agar proses eksekusi berjalan dengan aman dan kondusif." Ucap Kompol Darwis sesaat sebelum pengosongan lahan dilakukan.
Eksekusi dilakukan secara bertahap diawali dengan patok lahan yang didominasi perkebunan warga dan disaksikan oleh pihak termohon, Kementrian PUPR, aparat desa dan perwakilan Pengadilan Negeri masamba. Selanjutnya pengosongan lahan menggunakan Alat berat.(*)










