- Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Serukan Kedamaian Pascatragedi Driver Ojol
- Hadiri Pemakaman Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Kapolda Metro Sampaikan Permohonan Maaf
- Latpra Ops Sikat Lipu 2025: Polres Luwu Utara Siapkan Langkah Terpadu Berantas Kejahatan Jalanan
- Polres Luwu Utara Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani, Kapolres Turun Langsung Pantau Personel
- Dipimpin Kapolsek, Polsek Mappedeceng Gelar Penertiban Retribusi Tambang Galian C di Luwu Utara
- Wakapolres Luwu Utara Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 8, Tekankan Pentingnya Menjauhi Narkoba dan Kekerasan
- Cegah Aksi Kejahatan, Polisi Himbau Masyarakat Jangan Mudah Tergiur Tawaran Menggiurkan
- Satlantas Polres Luwu Utara Gelar Patroli Sore, Cegah Kemacetan dan Balap Liar di Masamba
- Tim Minggu Kasih Jadi Wadah Aspirasi dan Keluhan Masyarakat Toraja
- Polres Luwu Utara Tegaskan Komitmen Kamtibmas Lewat Patroli Malam Sat Samapta
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Serukan Kedamaian Pascatragedi Driver Ojol
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Serukan Kedamaian Pascatragedi Driver Ojol
Jakarta – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, menyampaikan seruan damai menyusul tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang terlibat dalam aksi unjuk rasa di Jakarta.
Sebagai pimpinan tertinggi PBNU, Kiai Miftah turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum. “Kami keluarga besar Nahdlatul Ulama menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran,” ujarnya di Jakarta, Jumat (…).
Dalam pernyataannya, Rais Aam menegaskan pentingnya mengedepankan kesabaran, kebijaksanaan, dan dialog dalam menghadapi aksi massa. Ia meminta aparat keamanan untuk tetap menahan diri agar benturan yang merugikan semua pihak tidak terjadi.
Baca Lainnya :
- Hadiri Pemakaman Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Kapolda Metro Sampaikan Permohonan Maaf0
- Kapolda Sulsel Hadiri Acara Penghormatan Purna Tugas Komjen Pol (Purn.) Ahmad Dofiri dan Awal Tugas Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo0
- Kapolri Hadiri Kick Off GPM Serentak se-Indonesia, 2.424 Ton Beras SPHP Disalurkan ke Masyarakat Hari Ini0
- Kapolri Luncurkan Gerakan Pangan Murah, Instruksikan Antisipasi Penimbunan0
- Kapolri dan Menteri LH Tanam Mangrove di Kalbar, Dorong Kepedulian Untuk Lestarikan Lingkungan0
Lebih jauh, Kiai Miftah mengingatkan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara dan harus dihormati. Namun demikian, ia menekankan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk peserta aksi, menghindari tindakan anarkis maupun provokasi yang justru memperkeruh keadaan. Tragedi Affan, katanya, harus menjadi pelajaran berharga agar tidak kembali terulang di masa mendatang.
Rais Aam juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan bangsa dengan cara-cara damai tanpa kekerasan. “Perbedaan pendapat harus disalurkan dengan cara bermartabat. Jangan sampai penyampaian aspirasi justru menimbulkan korban jiwa dan merugikan bangsa,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, KH Miftachul Akhyar mengajak seluruh jajaran pengurus serta warga Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan untuk ikut menenangkan suasana, tidak terprovokasi, dan menjauhi segala bentuk aksi anarkis. “Mari kita jaga persaudaraan, keamanan, dan ketertiban bersama-sama,” pungkasnya.
