- Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Sat Samapta Gelar Patroli Presisi di Titik Vital Masamba”
- Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Bhabinkamtibmas Masamba Gelar Sambang & Penggalangan Lewat Gotong Royong Warga di Desa Sumillin
- Sat Lantas Gencarkan Edukasi Keselamatan: Sosialisasi Ops Zebra Pallawa 2025 Menyasar Pelajar SMAN 3 Baebunta
- Polda Sulsel Gelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga Peringati HUT Ke-54 KORPRI
- Perkuat Pengawasan Internal, Polres Luwu Utara Gelar Anev SIPROPAM 2025
- Buaya 3 Meter Menggigit Warga Pao, Polsek Malangke Barat Bergerak Cepat Amankan Hewan Liar
- Gelar Apel Kasatwil, Kapolri: Semangat Polri Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat
- Hari ke-7 Operasi Zebra Pallawa 2025, Satlantas Lutra Intensifkan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas
- Satlantas Polres Luwu Utara Gencarkan Edukasi Keselamatan dalam Operasi Zebra Pallawa 2025
- Kapolda Sulsel Sampaikan Perkembangan Penanganan Kerusuhan Kelompok di Kecamatan Tallo
Pesawat Wings Air Ditembak di Bandara Dekai, Papua Pegunungan, Diduga Oleh Kelompok Bersenjata

Bandara Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, 17 Februari 2024 - Pesawat Wings Air menjadi sasaran tembakan di Bandara Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kapolres Yahukimo, AKBP Heru Hidayanto, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut diduga dilakukan oleh KKB.
"Diduga dilakukan oleh KKB," ungkap AKBP Heru Hidayanto seperti dilansir detikSulsel pada Sabtu (17/2/2024).
Menurut keterangan AKBP Heru, aparat TNI-Polri telah melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut. Namun, upaya pengejaran tersebut harus dihentikan karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
Baca Lainnya :
- Komeng, Komedian Terkemuka, Meraih Suara Tinggi di Pemilu Anggota DPD Jawa Barat 20240
- Tim Bulu Tangkis Indonesia Bersiap Hadapi Pertandingan Pamungkas di BATC 20240
"Jadi, pasca dari kejadian itu tim TNI-Polri langsung bergerak merespons untuk melakukan pengejaran. Namun, mereka karena di seberang Kali Brasa sehingga kita tidak dapat mengejar karena kalinya cukup deras," jelasnya.
Kendati demikian, AKBP Heru menyatakan kekhawatirannya bahwa melanjutkan pengejaran tersebut dapat membahayakan keselamatan aparat keamanan. Oleh karena itu, keputusan diambil untuk mundur demi keselamatan personel.
"Dikhawatirkan apabila kami memaksa untuk mengejar menyeberangi kali tersebut justru nanti malah aparat TNI-Polri yang merespons itu dikhawatirkan justru nanti menjadi korban," tambahnya.
Insiden penembakan ini menyoroti keberlanjutan ketegangan dan ancaman keamanan yang terus berlangsung di wilayah Papua, khususnya terkait dengan aktivitas KKB. Pihak kepolisian terus melakukan upaya untuk menangani situasi tersebut demi menjaga keamanan dan stabilitas di daerah tersebut.










