- Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi di Wilayah Sulawesi Selatan
- Polda Sulsel Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme
- Perkuat Keamanan Wilayah, Polsek Baebunta Intensifkan Patroli Dialogis di Titik Keramaian
- Polantas Humanis Hadir di Tengah Masyarakat, Satlantas Polres Luwu Utara Intensifkan Edukasi Kamseltibcar
- Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan, Kapolda Sulsel Gelar Shalat Idul Adha 1447 H dan Halal Bihalal di Mapolda*
- Polantas Presisi Hadir di Tengah Masyarakat, Satlantas Polres Luwu Utara Gencar Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
- Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026, Kapolda Sulsel Dorong Ketahanan Pangan Nasional di Pangkep
- Kapolsek Baebunta Bersama Warga Bersihkan Masjid Terdampak Banjir, Wujud Kepedulian Polri di Tengah Musibah
- Bhabinkamtibmas Polsek Baebunta Pantau Banjir Akibat Luapan Sungai Rongkong di Baebunta Selatan
- Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasda Polda Sulsel Tahap I TA 2026, Kapolda Tekankan Perbaikan dan Akuntabilitas Kinerja
Pesawat Wings Air Ditembak di Bandara Dekai, Papua Pegunungan, Diduga Oleh Kelompok Bersenjata

Bandara Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, 17 Februari 2024 - Pesawat Wings Air menjadi sasaran tembakan di Bandara Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kapolres Yahukimo, AKBP Heru Hidayanto, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut diduga dilakukan oleh KKB.
"Diduga dilakukan oleh KKB," ungkap AKBP Heru Hidayanto seperti dilansir detikSulsel pada Sabtu (17/2/2024).
Menurut keterangan AKBP Heru, aparat TNI-Polri telah melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut. Namun, upaya pengejaran tersebut harus dihentikan karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
Baca Lainnya :
- Komeng, Komedian Terkemuka, Meraih Suara Tinggi di Pemilu Anggota DPD Jawa Barat 20240
- Tim Bulu Tangkis Indonesia Bersiap Hadapi Pertandingan Pamungkas di BATC 20240
"Jadi, pasca dari kejadian itu tim TNI-Polri langsung bergerak merespons untuk melakukan pengejaran. Namun, mereka karena di seberang Kali Brasa sehingga kita tidak dapat mengejar karena kalinya cukup deras," jelasnya.
Kendati demikian, AKBP Heru menyatakan kekhawatirannya bahwa melanjutkan pengejaran tersebut dapat membahayakan keselamatan aparat keamanan. Oleh karena itu, keputusan diambil untuk mundur demi keselamatan personel.
"Dikhawatirkan apabila kami memaksa untuk mengejar menyeberangi kali tersebut justru nanti malah aparat TNI-Polri yang merespons itu dikhawatirkan justru nanti menjadi korban," tambahnya.
Insiden penembakan ini menyoroti keberlanjutan ketegangan dan ancaman keamanan yang terus berlangsung di wilayah Papua, khususnya terkait dengan aktivitas KKB. Pihak kepolisian terus melakukan upaya untuk menangani situasi tersebut demi menjaga keamanan dan stabilitas di daerah tersebut.










