Penikaman di Pantai Seta-Seta Tewaskan Satu Orang, Kapolres dan Wakil Bupati Turun Redam Kondisi
Penikaman di Pantai Seta-Seta Tewaskan Satu Orang, Kapolres dan Wakil Bupati Turun Redam Kondisi

By Humas Polres Luwu Utara 05 Okt 2026, 08:55:50 WIB Polres Luwu Utara
Penikaman di Pantai Seta-Seta Tewaskan Satu Orang, Kapolres dan Wakil Bupati Turun Redam Kondisi

LUWU UTARA — Peristiwa penikaman di kawasan Pantai Seta-Seta, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, menewaskan seorang warga. Satu korban lainnya mengalami luka tusuk dan masih mendapat penanganan medis.Minggu (4/10/2026). 


Korban meninggal dunia berinisial MYR (27). Ia meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Tana Lili setelah mengalami luka akibat penikaman. Sementara korban lainnya, AR (33), mengalami luka tusuk di bagian perut dan diarahkan ke RSUD Andi Djemma Masamba.

Baca Lainnya :


Polisi telah mengamankan seorang pria berinisial E (31) yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Terduga pelaku diamankan Unit Reskrim Polsek Bone-Bone dan selanjutnya dibawa Tim URC Sat Reskrim ke Polres Luwu Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Kapolsek Bone-Bone AKP Muhajir, S.Pd., MM, mengatakan personelnya langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi kejadian. Polsek Bone bone melakukan pengamanan sekaligus mengumpulkan keterangan awal dari sejumlah pihak untuk mengetahui rangkaian peristiwa.


"Setelah mendapat informasi, personel langsung mendatangi lokasi dan melakukan langkah-langkah kepolisian. Terduga pelaku kemudian berhasil diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan," kata AKP Muhajir.


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kejadian tersebut bermula dari cekcok antara korban dan pelaku tak terduga. Situasi kemudian memanas hingga terjadi penikaman yang menyebabkan MYR meninggal dunia, sementara AR mengalami luka tusuk.


Situasi sempat memanas setelah kejadian. Sejumlah kios dan sepeda motor di kawasan Pantai Seta-Seta terbakar dan sebuah rumah warga di Desa Poreang juga ikut terbakar.


Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah dan kepolisian. Wakil Bupati Luwu Utara H. Jumail Mappile, S.Ip., M.Si., bersama Wakapolres Luwu Utara Kompol Andi Muh. Syafei, S.Sos., MH, turun ke lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali.


Keduanya juga menemui keluarga korban dan meminta agar tidak ada tindakan balasan. Wakapolres menegaskan bahwa pelaku tak terduga telah diamankan sehingga penanganan perkara dapat diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian.


 "Terduga pelaku sudah kami amankan. Kami meminta keluarga korban dan masyarakat tetap tenang serta mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian. Jangan sampai ada tindakan yang justru menimbulkan persoalan baru," ujar Andi Muh. Syafei.


Tak lama berselang, Kapolres Luwu Utara AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi, SIK, MH, turun langsung ke Desa Munte. Selain memastikan situasi tetap terkendali, Kapolres juga memimpin langkah pengamanan di lapangan guna mencegah terjadinya aksi lanjutan.


AKBP Ario bersama jajaran menyatukan kondisi di sejumlah titik dan memberikan arahan kepada personel agar mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi masyarakat. Pengamanan juga dilakukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


Ia menegaskan, setiap tindak pidana harus diselesaikan melalui mekanisme hukum. AKBP Ario juga meminta keluarga korban maupun masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.


 “Setiap tindak pidana harus diselesaikan melalui proses hukum. Kami meminta masyarakat mempercayakan penanganannya kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan hakim utama sendiri. Yang paling penting saat ini adalah menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolres.


Dari penyelidikan sementara, polisi juga mendalami dugaan permasalahan tanah warisan berupa lokasi empang dan kebun sawit yang terkait dengan kedekatan antara pihak korban dan pelaku tak terduga. Keduanya diketahui masih memiliki hubungan keluarga.


Namun, polisi masih mendalami latar belakang dan motif kejadian tersebut. Penyidik ​​juga memeriksa pelaku tak terduga dan Saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa.


Selain kasus penikaman, Sat Reskrim juga mendalami aksi pembakaran yang terjadi setelah kejadian. Sat Reskrim Polres Luwu Utara akan memastikan pihak-pihak yang terlibat berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang ditemukan di lapangan.


Saat ini tiba-tiba pelaku diamankan di Polres Luwu Utara. Personil Polsek Bone-Bone juga masih disiagakan di wilayah Desa Poreang dan Desa Munte untuk menjaga situasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.




Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana