- Cegah Gangguan Kamtibmas, Samapta Polres Luwu Utara Intensifkan Patroli Presisi
- Polda Sulsel Gelar Bakti Sosial, Bersihkan Anjungan Pantai Losari
- Bidkeu Polda Sulsel Raih 4 Penghargaan dari Kementerian Keuangan
- Polda Sulsel Gelar Sosialisasi KUHP 2023 dan KUHAP 2025 kepada Anggota Polri
- Ditreskrimum Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Pengungkapan Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor
- Polres Luwu Utara Masuki Hari ke-11 Perbaikan Jembatan Gantung Desa Hasanah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat
- Kapolres Luwu Utara Pimpin Upacara Penganugerahan Satyalencana Pengabdian Personel Polres Luwu Utara
- Aksi Humanis Polantas Luwu Utara, Berbagi Makanan untuk Sopir Terdampak Blokade
- Polri Hadir di Tengah Musibah, Polsek Malangke Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Puting
- Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros–Pangkep
Sempat Viral di Medsos, Kapolres Luwu Utara Perintahkan Kasat Reskrim dan Kanit PPA Tindak Lanjuti Kasus Perkelahian Siswa
Sempat Viral di Medsos, Kapolres Luwu Utara Perintahkan Kasat Reskrim dan Kanit PPA Tindak Lanjuti Kasus Perkelahian Siswa

Luwu Utara, 7 Oktober 2024 – Sebuah video yang memperlihatkan perkelahian antar siswa di SDN 101 Bone, Kel.Bone Kec.Masamba, Kabupaten Luwu Utara, viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Merespons cepat insiden tersebut, Kapolres Luwu Utara, AKBP Muh Husni Ramli, segera memerintahkan Kasat Reskrim AKP Muh Althof Zainudin dan Kanit PPA AIPDA Yuliany, S.H., untuk mengambil langkah tegas.
Kapolres memerintahkan agar dilakukan pertemuan segera dengan pihak sekolah dan keluarga yang terlibat guna mencari solusi damai. Pada Senin pagi, sekitar pukul 09.00 WITA, Unit PPA Sat Reskrim Polres Luwu Utara menghadiri pertemuan di SDN 101 Bone, Kel.Bone Kec.Masamba Kab.Luwu Utara. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Drs. Misbah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Utara, Tawakkal, S.Pd., M.Si., Kepala UPT SDN 101 Bone, dan Suharto, S.Pd., Kabid SD Dinas Pendidikan. Kedua siswa yang terlibat perkelahian, beserta orang tua mereka, juga turut hadir.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah ini secara damai dan kekeluargaan, tanpa melibatkan proses hukum lebih lanjut. "Kami berharap penyelesaian ini bisa menjadi contoh, bahwa setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik tanpa perlu berlarut-larut," ujar Drs. Misbah.
Baca Lainnya :
- Pastikan Logistik Pilkada 2024 Dalam Keadaan Kondusif, Wakapolres Luwu Utara Pimpin Pengecekan Ke Gudang KPU0
- Unit Resmob Polres Luwu Utara Tangkap Pria Aniaya Tetangga Diduga karena Kesal Istrinya Diintip0
- Di Backup Resmob Polres Palopo, Resmob Polres Luwu Utara Berhasil Tangkap Pelaku Penipuan0
- Perselisihan Soal Sandal Berujung Penusukan, Pelaku Berhasil diringkus Gabungan Resmob dan polsek Malangke Polres Luwu Utara.0
- Polres Luwu Utara Gelar Kegiatan Sosial dan Penghargaan dalam Rangka HUT Bhayangkara Lalu Lintas ke-69*0
Selain itu, pihak sekolah meminta agar para orang tua lebih memperhatikan penggunaan handphone oleh anak-anak mereka. "Penggunaan handphone secara tidak terkontrol menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah ini, di mana siswa merekam dan menyebarkan konten kekerasan," jelas Suharto.
Kapolres Luwu Utara AKBP Muh Husni Ramli, dalam pernyataannya, juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan teknologi oleh anak-anak. "Ini menjadi pelajaran penting bahwa pengawasan terhadap penggunaan perangkat digital oleh siswa harus diperketat demi mencegah insiden serupa di masa depan," tegas AKBP Muh Husni Ramli.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif, serta mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.










