- Kapolda sulsel pimpin Apel Operasi Patuh Pallawa 2026, Kedepankan Edukasi Humanis dan Keselamatan Berlalu Lintas
- SPN Polda Sulsel Resmi Buka Pelatihan Remaja Cinta Damai, Langkah Nyata Cegah Perkelahian dan Gangguan Kamtibmas
- Lewat Subuh Keliling, Kapolda Sulsel Hidupkan Semangat Tudang Sipulung, Perkuat Polisi Bersama Masyarakat Jaga Kamtibmas
- Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri
- Ditres PPA dan PPO Polda Sulsel Gelar Patroli Dialogis, Sasar Anak Muda dan Kelompok Rentan pada Dini Hari
- Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin Laksanakan Safari Jumat di Masjid Nurul Iman Telkom Makassar
- Dir PPA PPO Polda Sulsel Kunjungi Anak Korban Kekerasan Seksual, Pastikan Pendampingan dan Penegakan Hukum Berkeadilan
- Polda Sulsel Mengungkap Kasus Penipuan Online Bermodus Phishing
- Polda Sulsel Gelar Upacara Serah Terima Pataka Pallawa Lipu, Simbol Pergantian Kepemimpinan
- Penikaman di Pantai Seta-Seta Tewaskan Satu Orang, Kapolres dan Wakil Bupati Turun Redam Kondisi
Kapolda sulsel pimpin Apel Operasi Patuh Pallawa 2026, Kedepankan Edukasi Humanis dan Keselamatan Berlalu Lintas

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin, SIK, MH, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Pallawa 2026 di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya pelaksanaan operasi kepolisian di bidang lalu lintas yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Apel gelar pasukan tersebut diikuti Wakapolda Sulsel, Danpomdam XIV/Hasanuddin, Kadishub Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala PT Jasa Raharja Provinsi Sulawesi Selatan, para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan operasi.
Baca Lainnya :
- SPN Polda Sulsel Resmi Buka Pelatihan Remaja Cinta Damai, Langkah Nyata Cegah Perkelahian dan Gangguan Kamtibmas0
- Lewat Subuh Keliling, Kapolda Sulsel Hidupkan Semangat Tudang Sipulung, Perkuat Polisi Bersama Masyarakat Jaga Kamtibmas0
- Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri0
- Ditres PPA dan PPO Polda Sulsel Gelar Patroli Dialogis, Sasar Anak Muda dan Kelompok Rentan pada Dini Hari0
- Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin Laksanakan Safari Jumat di Masjid Nurul Iman Telkom Makassar0
Dalam amanatnya, Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa permasalahan lalu lintas dewasa ini semakin kompleks dan berkembang dengan cepat. Kondisi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya jumlah penduduk yang diikuti pertambahan kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi dan mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
Menurutnya, situasi tersebut menuntut seluruh personel untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus mengedepankan pendekatan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.
“Polri, khususnya Polisi Lalu Lintas, hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menempatkan masyarakat sebagai orientasi kebijakan dan pelayanan. Hal ini sejalan dengan doktrin utama dan visi kepemimpinan Kapolri, yaitu Polisi Bersama Masyarakat,” tegas Kapolda.
Ia menekankan bahwa setiap pelaksanaan tugas harus mengedepankan pelayanan yang profesional, simpatik, ramah, sopan, tegas, terukur, dan berorientasi pada keselamatan. Menurutnya, berlalu lintas tidak bisa hanya tumbuh karena adanya petugas di jalan, tetapi harus menjadi kesadaran dan tanggung jawab setiap individu.
“Ketertiban berlalu lintas bukan semata-mata karena adanya petugas, melainkan karena tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab setiap individu. Oleh karena itu, kita harus terus membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Kapolda menjelaskan, Operasi Patuh Pallawa 2026 merupakan operasi penciptaan kondisi di bidang Kamseltibcarlantas yang dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, secara serentak sesuai dengan rencana operasi.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Pallawa 2026 menetapkan delapan target prioritas pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Kapolda Sulsel menegaskan bahwa seluruh sasaran tersebut harus ditangani secara profesional, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Adapun delapan sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Pallawa 2026 meliputi:
1. pengendara atau pengendara kendaraan bermotor yang menggunakan ponsel saat berkendara.
2.pengemudi atau pengendara kendaraan bermotor yang masih berada di bawah umur.
3. Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.
4. Pengendara yang tidak menggunakan helm standar dan pengemudi kendaraan bermotor yang tidak menggunakan sabuk pengaman (sabuk pengaman).
5. pengemudi atau pengendara kendaraan bermotor dalam pengaruh atau mengonsumsi minuman beralkohol.
6. pengendara atau pengendara kendaraan bermotor yang melawan arus (contra flow).
7. pengendara atau pengendara kendaraan bermotor yang melebihi batas kecepatan.
8. Kendaraan yang over Dimension atau Over Loading (ODOL).
Terhadap seluruh sasaran tersebut, Kapolda mempertimbangkan agar personel mengutamakan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi yang persuasif dan humanis, didukung penegakan hukum secara elektronik melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis maupun mobile serta teguran simpatik sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga meminta jajaran melakukan deteksi dini dan memetakan terhadap lokasi rawan pelanggaran maupun kecelakaan, meningkatkan edukasi keselamatan melalui berbagai media informasi, serta mengintensifkan kampanye safety riding dan safety riding. Sinergi dengan instansi terkait juga harus terus diperkuat untuk mendukung keberhasilan operasi.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolda Sulsel menekankan sejumlah pedoman yang harus dipatuhi seluruh personel selama bertugas, mulai dari mengutamakan keselamatan diri dan menaati standar operasional prosedur (SOP), menghindari tindakan kontraproduktif yang dapat merusak kepercayaan masyarakat, hingga menjalankan tugas secara profesional, prosedural, dan humanis.
“Kedepankan upaya preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum sesuai ketentuan. Perkuat komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat serta instansi terkait. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan jadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Pelaksanaan operasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang profesional dan humanis melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, guna membangun budaya tertib lalu lintas dan mewujudkan keselamatan sebagai kebutuhan bersama.









